PERKERASAN JALAN RAYA
(CE604)

 This course requires an enrolment key

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

Fakultas/Prodi: Teknik/S-1 Teknik Sipil

Mata Kuliah: Perkerasan Jalan Raya

Kode Mata Kuliah: CE 604

Semester: 6

SKS: 2 SKS

Mata Kuliah Prasyarat: -

Dosen Pengampu: Prof. Dr. Ir. Budi Hartanto Susilo, M.Sc. / Tan Lie Ing, S.T., M.T.


Deskripsi Mata Kuliah:

Mata kuliah ini bertujuan agar mahasiswa memahami sejarah perkembangan perkerasan jalan, material perkerasan jalan dan pengujian material, perkerasan lentur, parameter desain perkerasan lentur, tebal perkerasan lentur dengan metode Bina Marga, tebal perkerasan lentur dengan metode AASHTO, tebal perkerasan lentur dengan metode Asphalt Institute, perkerasan kaku, parameter desain perkerasan kaku, tebal pelat pada perkerasan kaku, teknik penyambungan dan teknik penulangan, perancangan pelapisan tambahan dan perhitungan tebal pelapisan tambahan.

Capaian Pembelajaran Mata Kuliah: Mahasiswa menguasai perancangan perkerasan lentur dan perkerasan kaku.

Minggu Ke

Kemampuan Akhir yang Diharapkan

Bahan Kajian
(Materi Ajar)

Bentuk Pembelajaran

Penilaian

Kriteria

Indikator

Bobot

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

1

Mahasiswa memahami sejarah perkembangan perkerasan jalan

Sejarah Perkembangan Perkerasan Jalan

Kuliah, Diskusi, Self-directed Learning, Studi Kasus, Problem Based Learning

Kelengkapan dan kebenaran penjelasan sejarah perkembangan perkerasan jalan

Ketepatan dalam menjelaskan sejarah perkembangan perkerasan jalan

5%

2

Mahasiswa memahami dan menguasai material perkerasan jalan

Material Perkerasan Jalan

Kuliah, Diskusi, Self-directed Learning, Studi Kasus, Problem Based Learning

Kelengkapan dan kebenaran penjelasan pengertian material perkerasan jalan dan kegunaannya

Ketepatan dalam menjelaskan pengertian material perkerasan jalan serta mampu membedakan penggunaannya

5%

3

Mahasiswa memahami dan menguasai pengujian material perkerasan jalan

Pengujian material perkerasan jalan (aspal, agregat, dan campuran)

Kuliah, Diskusi, Self-directed Learning, Studi Kasus, Problem Based Learning

Kelengkapan dan kebenaran penjelasan pengertian pengujian material perkerasan jalan (aspal, agregat, dan campuran)

Ketepatan dalam menjelaskan pengertian pengujian material perkerasan jalan (aspal, agregat, dan campuran) serta mampu menganalisisnya

5%

4-5

Mahasiswa memahami dan menguasai parameter desain perkerasan lentur

Parameter desain perkerasan lentur

Kuliah, Diskusi, Self-directed Learning, Studi Kasus, Problem Based Learning

Kelengkapan dan kebenaran penjelasan pengertian parameter desain perkerasan lentur

Ketepatan dalam menjelaskan pengertian parameter desain perkerasan lentur dan mampu menganalisis permasalahan-permasalahannya

5%

6

Mahasiswa memahami dan menguasai perhitungan tebal perkerasan lentur dengan metode Bina Marga

Perhitungan tebal perkerasan lentur dengan metode Bina Marga

Kuliah, Diskusi, Self-directed Learning, Studi Kasus, Problem Based Learning

Kelengkapan dan kebenaran penjelasan perhitungan tebal perkerasan lentur dengan metode Bina Marga

Ketepatan dalam menjelaskan perhitungan tebal perkerasan lentur dengan metode Bina Marga dan mampu menganalisis permasalahan-permasalahannya

10%

7

Ujian Tengah Semester

10%

8

Mahasiswa memahami dan menguasai perhitungan tebal perkerasan lentur dengan metode AASHTO

Perhitungan tebal perkerasan lentur dengan metode AASHTO

Kuliah, Diskusi, Self-directed Learning, Studi Kasus, Problem Based Learning

Kelengkapan dan kebenaran penjelasan perhitungan tebal perkerasan lentur dengan metode AASHTO

Ketepatan dalam menjelaskan perhitungan tebal perkerasan lentur dengan metode AASHTO serta mampu menganalisis permasalahan-permasalahannya

10%

9

Mahasiswa memahami dan menguasai perhitungan tebal perkerasan lentur dengan metode Asphalt Institute

Perhitungan tebal perkerasan lentur dengan metode Asphat Institute

Kuliah, Diskusi, Self-directed Learning, Studi Kasus, Problem Based Learning

Kelengkapan dan kebenaran penjelasan perhitungan tebal perkerasan lentur dengan metode Asphalt Institute

Ketepatan dalam menjelaskan perhitungan tebal perkerasan lentur dengan metode Asphalt Institute serta mampu menganalisis permasalahan-permasalahannya

10%

10

Mahasiswa memahami dan menguasai parameter desain perkerasan kaku

Parameter desain perkerasan kaku

Kuliah, Diskusi, Self-directed Learning, Studi Kasus, Problem Based Learning

Kelengkapan dan kebenaran penjelasan parameter desain perkerasan kaku

Ketepatan dalam menjelaskan parameter desain perkerasan kaku serta mampu menganalisis permasalahan-permasalahannya

5%

11-12

Mahasiswa memahami dan menguasai perhitungan tebal pelat perkerasan kaku

Perhitungan tebal pelat perkerasan kaku

Kuliah, Diskusi, Self-directed Learning, Studi Kasus, Problem Based Learning

Kelengkapan dan kebenaran penjelasan perhitungan tebal pelat perkerasan kaku

Ketepatan dalam menjelaskan perhitungan tebal perkerasan tebal pelat perkerasan kaku serta mampu menganalisis permasalahan-permasalahannya

10%

13-14

Mahasiswa memahami dan menguasai teknik penyambungan dan teknik penulangan

Teknik penyambungan dan teknik penulangan

Kuliah, Diskusi, Self-directed Learning, Studi Kasus, Problem Based Learning

Kelengkapan dan kebenaran penjelasan teknik penyambungan dan teknik penulangan

Ketepatan dalam menjelaskan teknik penyambungan dan teknik penulangan serta mampu menganalisis permasalahan-permasalahannya

5%

15

Mahasiswa memahami dan menguasai pelapisan tambahan dan perhitungan tebal pelapisan tambahan

Pelapisan tambahan dan perhitungan tebal pelapisan tambahan

Kuliah, Diskusi, Self-directed Learning, Studi Kasus, Problem Based Learning

Kelengkapan dan kebenaran penjelasan pengertian pelapisan tambahan dan perhitungan tebal pelapisan tambahan

Ketepatan dalam menjelaskan pengertian pelapisan tambahan dan perhitungan tebal pelapisan tambahan serta mampu menganalisis permasalahan-permasalahannya

5%

16

Ujian Akhir Semester

15%

Referensi:

1. AASHTO, 1990, Standard Specification For Transportation Material And Method of Sampling and Testing, Part I, Specifications, Fifteenth Edition, Washington, D.C.

2. Christady,H.,2011,PerancanganPerkerasanJalan danPenyelidikan Tanah, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

3. DepartemenPekerjaanUmum,1990,StandarNasionalIndonesia03-1969-1990, Metode PengujianBeratJenisdanPenyerapanAirAgregatKasar,Badan Penelitian dan Pengembangan, Jakarta.

4. DepartemenPekerjaanUmum,1990,StandarNasionalIndonesia03-1970-1990, Metode PengujianBeratJenisdanPenyerapanAirAgregatHalus,Badan Penelitian dan Pengembangan, Jakarta.

5. DepartemenPekerjaanUmum,1991,StandarNasionalIndonesia06-2441-1991, Metode PengujianBeratJenisdanAspalPadat,Badan Penelitiandan Pengembangan, Jakarta.

7. DepartemenPekerjaanUmum,1991,StandarNasionalIndonesia06-2456-1991, Metode PengujianPenetrasiBahan-BahanBitumen, BadanPenelitian dan Pengembangan, Jakarta.

8. DepartemenPekerjaanUmum,1991,StandarNasionalIndonesia06-2489-1991, Metode CampuranAspalDenganAlatMarshall,Badan Penelitiandan Pengembangan, Jakarta.

9. DepartemenPekerjaanUmum,2002,StandarNasionalIndonesia06-6721-2002, Metode Pengujian KekentalanAspalCairDenganAlatSaybolt,Badan Penelitian dan Pengembangan, Jakarta.

10. DepartemenPekerjaan

This course requires an enrolment key